Pengembangan Dari Teknologi Pangan

Teknologi adalah sebuah hasil dari penemuan pengembangan ilmu pengetahuan dan sains yang bertujuan untuk membantu manusia memenuhi hajat hidup. Teknologi sudah diusahakan dan berkembang sejak manusia prasejarah sekalipun.
Misalnya saja bisa dibuktikan dengan alat perkakas yang digunakan. Dari mulai kapak genggam disempurnakan mejadi kapak serpih, kapak persegi ,kapak lonjong, kapak corong sampai akhirnya ditemukan benda-benda berbahan dasar logam. Pendalaman ilmu pengetahuan dan sains terus diusahakan hingga akhirnya ditemukan alat-alat canggih seperti sekarang. 

Tidak hanya berupa alat, teknologi pun diusahakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan sebagai kebutuhan dasar makhluk hidup, khususnya manusia. Teknologi tersebut dikenal dengan nama teknologi pangan. Manusia prasejarah memulainya dengan cara berburu,memasak (setelah ditemukannya api),mengumpulkan makanan,sampai pada bertani dan bercocok tanam. 

Apalagi dengan jumlah penduduk yang semakin padat, lahan pertanian semakin sempit karena digunakan pemukiman, juga hasil panen yang lebih melimpah karena sukses menjalankan program intensifikasi, teknologi pangan sangat dibutuhkan. Sekarang, teknologi ini bukan hanya sekedar meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan pangan saja tetapi juga meningkatkan nilai tambahnya. 

Misalnya saja dari beras tidak hanya diproduksi menjadi nasi saja tetapi bisa menjadi tepung beras, bubur, buras, dan makanan-makanan lain yang memiliki nilai gizi dan nilai jual lebih tinggi dari nasi. Dulu, teknologi ini hanya diusahakan oleh kaum perempuan saja di dapur dengan melakukan eksperimen untuk memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing. 

Berbeda dengan sekarang, teknologi pangan sudah menjadi sebuah program studi di berbagai perguruan tinggi, universitas atau sebuah institute. Para lulusan dari program studi ini bukan hanya berinovasi mengolah makanan yang bergizi dan bernilai tambah untuk kebutuhan keluarga semata. Namun hal itu dilakukan untuk dijual di pasaran dan diproduksi oleh perusahaan besar yang professional.

Untuk dipasarkan ke pasar nasional ataupun jadi komoditi ekspor. Misalnya saja produk naget. Sekarang, naget bukan hanya berbahan dasar daging tetapi juga bisa berbahan dasar tempe. Tempe sudah terbukti laku di pasaran internasional.

Nurhasan

Sebagai seorang penulis, saya merasa bangga. Menulis adalah hal yang paling menyenangkan bagi saya, di samping dapat mengembangkan wawasan juga dapat berbagi informasi. Berbagi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar